Rilis Indikator 7 April 2026

Rilis Indikator – 7 April 2026
Evaluasi Publik terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran Tahun 2026
Mudik lebaran, ‘ritual kolektif’ tahunan penduduk muslim Indonesia, tak terkecuali pada Idul Fitri tahun ini. Yang membuatnya Istimewa adalah besarnya skala atau jumlah orang yang melakukan perjalanan, serta waktu yang relatif serentak, baik menjelang hari H lebaran maupun pasca lebaran. Kita mengenalnya dengan arus mudik dan arus balik.
Seperti lebaran-lebaran tahun sebelumnya, pemerintah melalui Polri dan Kementerian terkait biasanya mempersiapkan momen mudik lebaran dengan berbagai program untuk menjaga kelancarannya. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, mudik lebaran bisa berakhir dengan kemacetan parah atau kecelakaan, salah satunya tragedi ‘Brexit’ atau Brebes Exit pada 2016. Saat itu, kemacetan parah terjadi di pintu tol Brebes Timur, Jawa Tengah hingga memakan korban nyawa pemudik.
Bagaimana dengan mudik lebaran tahun ini? Bagaimana evaluasi warga mengenai penyelenggaraan mudik lebaran 2026? Seperti apa penilaian warga terhadap Operasi Ketupat yang rutin diselenggarakan saat mudik dan fasilitas atau layanan mudik diadakan pemerintah dan pihak-pihak terkait? Bagaimana evaluasi publik atas berbagai program pemerintah dalam rangka lebaran tahun ini, seperti program mudik gratis, diskon tarif tol, dan sebagainya?
Rilis survei kali ini bertujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selain itu, rilis ini juga akan menelusuri wilayah mudik, aktivitas mudik selama lebaran, seperti pilihan akomodasi, konsumsi di restoran, dan kunjungan wisata.
Hasil survei dapat menjadi rujukan untuk mengetahui perilaku mudik lebaran dan kondisi secara umum dari sudut pandang publik sebagai dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan topik tersebut.