TRIBUN-TIMUR.COM – Talkshow ILC TV One Selasa (9/4/2019) tadi malam berlangsung seru.

Host ILC TV One Karni Ilyas mengangkat tema Elclasico: Jokowi atau Prabowo Siapa Pemenangnya?

Narasumber dari kubu 01 Jokowi dan 02 Prabowo diundang.

Ferdinand Hutahaean, Haikal Hasan, Dahnil Anzar hadir.

Dini Purwono, Razman Nasution, dan Maruarar Sirait juga hadir.

Masing-masing mendapat kesempatan memaparkan konsep kemenangan atas calonnya.

Peneliti Burhanuddin Muhtadi, pengamat komunikasi Effendi Gazali, dan pengamat politik Hendri Satrio juga tampil.

Efendi Gozali dan Burhanuddin Muhtadi mengulas fenomena survei yang rerata memenangkan Jokowi, Prabowo di posisi underdog.

Burhanuddin Muhtadi juga mengulas konsep Post Truth.

Sebuah konsep politik yang tidak peduli pada angka-angka tapi lebih menyentuh frasa emosional pemilih.

Peneliti senior ini juga mengungkap konsep post truth ini mirip konsep Donald Trump saat memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat.

“Sekarang ini di Indonesia, ada calon yang menjual harapan-harapan, ada calon yang menjual ketakutan-ketakutan,” kata Burhanuddin Muhtadi.

Saat ditanya oleh Karni Ilyas, siapa pemenang Pilpres 2019 Jokowi atau Prabowo?
“01 57 persen, 02 42 persen,” kata Burhanuddin Muhtadi setelah memaparkan latar belakang hasil surveinya, trend dan berbagai indikator.

Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas menyinggung soal manuver yang dilakukan oleh kedua kubu yakni capres 01 Joko Widodo (Jokowi) dan capres 02 Prabowo Subianto.

Tak hanya itu, Karni juga menginggung soal perang hasil survei menjelang Pilpres 2019.

Hal itu diungkapkannya dalam acara ILC yang bertajuk ‘El Clasico Jokowi VS Prabowo: Siapa Pemenangnya?’, Selasa (9/4/2019).

Mulanya, Karni menceritakan sempat bertemu dengan Prabowo. Kemudian di hari berikutnya ia bertemu Jokowi.

“Yang menarik, kedua-duanya saya lihat optimis dan yakin akan memenangkan pilpres tanggal 17 April 2019 mendatang,” ujar Karni.

“Dua-duanya juga bersemangat dan mereka menceritakan bagaimana mereka dari satu titik ke titik lain, satu hari bisa tiga provinsi, luar biasa,” sambungnya.

Terkait itu, Karni mengungkapkan sudah semestinya presiden memiliki sikap yang optimis, bukan pesimis.

“Karena orang optimis itu bisa melihat kesempatan dalam kesulitan,” jelas Karni.

“Sementara orang pesimis, melihat kesulitan daripada kesempatan,” sambungnya.

Ucapan tersebut disampaikan Karni dengan mengutip pepatah dari Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill.

Selanjutnya Karni Ilyas menyinggung soal manuver yang telah dilakukan oleh kedua kubu menjelang pilpres.

“Jadi ini sebetulnya malam yang istimewa karena kita akan evaluasi selama 7 bulan apa yang sudah terjadi, bagaimana manuver-manuver yang telah dilakukan, bahkan luar biasa,” papar Karni.

“Ibaratnya dalam politik sudah saling membunuh antara kedua kubu.”

“Dan memang dalam perang Anda akan bisa dibunuh hanya dengan satu kali, tapi di dalam politik Anda bisa dibunuh berkali-kali,” imbuhnya.

Pernyataan Karni tersebut juga masih mengutip dari Winston Churchill.

Selain itu, Karni juga menyinggung adanya perang hasil survei jelang pilpres.

“Ada beberapa lembaga survei yang terkenal, sampai hari ini hasil surveinya luar biasa, yang ini bilang 01 yang menang, yang ini bilang 02 yang menang,” ungkap Karni.

“Dan dua-duanya meyakinkan, tapi hasilnya berbeda,” tandasnya.


Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul ILC TV One tadi malam, Burhan Muhtadi: Ada Calon Jual Harapan, Ada Jual Ketakutan, 01 57 %, 02 42 %, https://makassar.tribunnews.com/2019/04/10/ilc-tv-one-tadi-malam-burhan-muhtadi-ada-calon-jual-harapan-ada-jual-ketakutan-01-57-02-42.

Editor: Mansur AM