Follow Us :

Survei Indikator: Jika Sekarang Pilpres, Jokowi 'Kuasai' Jatim

14 Juni 2017  15:39:53 WIB

Presiden Jokowi (Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom)

Surabaya - Indikator Politik Indonesia (Indikator) menggelar survei terbaru di Jawa Timur. Jika pemilu presiden (pilpres) digelar sekarang ini, maka Presiden Jokowi unggul di Jawa Timur, dan mengalahkan Prabowo Subianto maupun tokoh-tokoh partai politik hingga Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Bila pemilu nasional dilaksanakan saat ini maka sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa disebut 'menguasai' Jawa Timur dibandingkan dengan tokoh lain," kata Hendro Prasetyo, Peneliti Indikator di sela acara Diskusi dan Rilis Hasil Survei Peta Peluang Para Tokoh Menjelang Pemilukada Provinsi Jawa Timur 2018 di sebuah rumah makan di Surabaya, Minggu (11/6/2017).

Tokoh-tokoh yang bisa dikalahkan Jokowi, ada dari tokoh partai politik, maupun pejabat nasional seperti, Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra), Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum DPP PDI Perjuangan), Soesilo Bambang Yudhoyono-SBY (Ketua Umum Partai Demokrat), Harry Tanoesudibyo (Ketua Umum Partai Perindo), Aburizal Bakrie (Ketua Dewan Pembina Partai Golkar). Sedangkan tokoh nasional seperti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menkopolhukam Wiranto dan Menkeu Sri Mulyani.

Indikator menggelar survei di seluruh daerah di Jawa Timur mulai 3-7 Mei 2017. Warga yang disurvei yang memiliki hak pilih, umur mulai 17 tahun hingga yang sudah menikah.

Sampel sebanyak 819 orang dengan metode multistage random sampling, memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

Hendro mengatakan, untuk pertanyaan top of mind atau spontan pertanyaan tentang calon presiden, maka Jokowi pada angka 28,2 persen, Prabowo 13,6 persen. Sedangkan nama tokoh lainnya di bawah 1 persen. Tidak tahu atau tidak menjawab masih sangat tinggi yakni 52,2 persen.

"Bila responden disodorkan pertanyaan dengan menyebut nama atau versi semi terbuka maka Jokowi mendapatkan angka 41,7 persen, Prabowo 20,8 persen. Nama tokoh lainnya di bawah 2 persen seperti SBY, Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), juga nama Pakde Karwo (Soekarwo)," tuturnya sambil menambahkan, warga yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 24,3 persen.

Ia menerangkan, dari temuan survei, di kalangan warga Jawa Timur, belum ada calon presiden yang memiliki dukungan signifikan, kecuali Jokowi dan Prabowo.

"Bila diadu hanya 2 nama antara Jokowi versus Prabowo, maka Jokowi unggul 54,4 persen dan Prabowo 30,4 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab 24,3 persen," ujarnya.

Dukungan terhadap Jokowi lebih dominan pada kelompok usia 25 tahun ke bawah dan usia di atas 55 tahun. Dukungan kepada Jokowi juga kebanyakan berasal dari masyakarat perkotaan.

"Dukungannya juga merata pada tiap kelompok gender (laki dan perempuan). pendidikan SLTP ke bawah, kalangan pedagang, ibu rumah tangga dan pekerjaan lainnya, pendapatan menengah atas, dan dukungan terbanyak terutama di wilayah perkotaan," terangnya. (roi/rvk)

© indikator.co.id  |  Share : 
Quick Count
Agenda & Press Release
    Twitter Indikator