Follow Us :

Potret Pengguna Internet di Jawa Timur

29 Oktober 2013  15:40:16 WIB

Perilaku berinternet masyarakat Jawa Timur

Berinternet kerap diidentikkan dengan kecanggihan teknologi dan informasi di tengah masyarakat. Di Jawa Timur, penggunaan teknologi internet belum mayoritas tetapi mulai menggeliat. Survei Indikator Politik Indonesia pada September lalu mengungkap bahwa 9.2% pemilih adalah pembaca atau pengakses internet (Grafik 1). Artinya, ada sekitar hampir 3 juta pengguna internet di Jawa Timur.


Di antara pengguna internet tersebut, paling banyak menggunakannya selama 1-2 jam (37.1%) kemudian kurang dari 1 jam (31.2%). Tapi, cukup banyak pula yang mengakses internet di atas 2 jam. (Grafik 2).


Untuk mengakses internet, mayoritas responden menggunakan telepon selular (handphone), ada 51.6%. Cukup banyak pula yang mengaksesnya lewat komputer lipat (laptop), 23.9%. Sementara yang mengaksesnya melalu komputer desktop lebih sedikit, 16.3% (Grafik 3).


Maraknya telepon pintar (smartphone) saat ini tampaknya berperan memfasilitasi penggunaan internet sehingga ada potensi untuk meningkat lagi jika penggunaan smartphone lebih banyak lagi.  

Berdasarkan gender, terungkap bahwa laki-laki lebih banyak menggunakan internet dibanding perempuan (Grafik 4).


Berdasarkan wilayah tempat tinggal, dibandingkan di pedesaan, masyarakat perkotaan lebih tinggi penggunaan internetnya (Grafik 5).


Berdasarkan usia, warga berusia muda, khususnya antara 17-21 tahun lebih banyak berinternet dibandingkan kelompok usia yang tua (Grafik 6).


Sedangkan berdasarkan pendidikan, orang-orang berpendidikan perguruan tinggi lebih banyak yang menggunakan internet dibandingkan orang berpendidikan lebih rendah (Grafik 7).

Di kalangan pemilih partai, akses terhadap internet secara umum tidak tinggi dan tidak merata. Di antara 11 partai yang dipilih di Jawa Timur, Hanura dan Nasdem tampak memiliki paling banyak pemilih yang menggunakan internet. Kemudian Demokrat, PKS, Gerindra, dan PAN. Yang lebih sedikit adalah PDIP, PKB, Golkar, PBB, dan PPP (Grafik 8).  –rh 


Disusun oleh Rizka Halida, peneliti Indikator Politik Indonesia

© indikator.co.id  |  Share : 
Quick Count
Agenda & Press Release
    Twitter Indikator