Follow Us :

Warna Warni Pemilih Jatim

04 November 2013  14:48:36 WIB

Surat Kertas Suara Pilgub Jatim

Survei Pasca Pilgub Jatim
 
Pasca Pemilihan Gubernur Jawa Timur Agustus lalu, menarik untuk melihat bagaimana pemilih Jawa Timur terbelah. Indikator Politik Indonesia menggelar survei pasca-pilkada Jatim dan mengungkap perbedaan profil pendukung dua pasangan calon kuat, yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa-Herman S. Sumawiredja, berdasarkan keanggotaan organisasi Islam, partai politik yang didukung dan berbagai kategori sosio-demografi.
 
***
Perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada Agustus lalu sudah jelas hasilnya. Pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf absah kembali memimpin Jawa Timur. Berdasarkan hasil penghitungan KPU, suara yang berhasil diraih pasangan ini mencapai 47.3%, mengungguli pasangan calon lainnya. Posisi kedua ditempati pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S. Sumawiredja yang memperoleh 37.6% suara. Berikutnya, pasangan Bambang DH-Said Abdullah dan pasangan Eggi Sudjana-Moch. Sihad (Grafik 1).
 
Pasca pemilihan, salah satu yang menarik untuk ditilik adalah mengetahui lebih lanjut bagaimana profil pendukung masing-masing pasangan. Indikator Politik Indonesia yang menggelar survei pasca Pilgub Jatim mengungkap adanya perbedaan profil pendukung, terutama antara pendukung Soekarwo-Saifullah Yusuf dengan pendukung Khofifah-Herman.
 
Berdasarkan wilayah desa-kota dan gender, ada kesamaan antara pendukung Soekarwo-Saifullah dengan Bambang DH-Said Abdullah, yakni lebih didukung pemilih di perkotaan dan laki-laki. Sedangkan pemilih Khofifah-Herman justru sebaliknya, lebih didukung pemilih di pedesaan dan perempuan (Grafik 2 & Grafik 3).
 
 
Sementara berdasarkan status ekonomi dengan indikator pendapatan dan pendidikan, tampak bahwa kelompok ekonomi menengah lebih banyak ada di kalangan pemilih Khofifah-Herman. Sedangkan kelompok ekonomi bawah dan atas lebih banyak berada di kubu Soekarwo-Saifullah (Grafik 4 & Grafik 5).    
 
 
Perbedaan yang tampak nyata antara pendukung kedua pasangan adalah berdasarkan etnis dan keanggotaan dalam organisasi keagamaan. Soekarwo-Saifullah lebih menonjol di kalangan etnis Jawa, sementara Khofifah-Herman unggul di etnis Madura (Grafik 6). Lalu, berdasarkan keanggotaan ormas Islam, sebenarnya kita bisa melihat bahwa warga NU terbelah kepada kedua pasangan ini karena latar belakang Saifullah dan Khofifah sama-sama dari NU. Namun, dilihat dari komposisi pendukung masing-masing pasangan, tampak bahwa pendukung Khofifah lebih besar dari kalangan NU, sementara pendukung Soekarwo-Saifullah lebih banyak dari Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya (Grafik 7).
Mesin parpol tampaknya bekerja dalam Pilgub Jatim, terutama Demokrat dan Golkar sebagai pendukung Soekarwo-Saifullah dan PKB sebagai pendukung Khofifah-Herman. Sedangkan PDIP tampak belum mampu mengkristalkan suara pendukungnya untuk mendukung Bambang DH-Said (Grafik 8).  –rh
 
 
Disusun oleh Rizka Halida, Peneliti Indikator Politik Indonesia
 
*Metodologi Survei:
Survei yang dilakukan pada 10-22 September 2013 ini merupakan survei yang salah satunya bertujuan mengetahui latar belakang pemilih di Jawa Timur. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Jawa Timur yang punya hak pilih (usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah). Sebanyak 4.504 responden diwawancarai tatap muka oleh pewawancara terlatih dan terdistribusi secara proporsional di 11 Dapil Provinsi Jawa Timur. Penentuan sampel dilakukan dengan cara multistage random sampling dengan margin of error +/-1,5% pada derajat kepercayaan 95%.

© indikator.co.id  |  Share : 
Quick Count
Agenda & Press Release
    Twitter Indikator